Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

Wanita-wanita Shalihah Sekitar Kita part1

Gambar
Satu pekan, dua cerita menyenangkan tentang wanita penuh semangat di usianya yang tak lagi terbilang muda. Lahir di sebelah barat kota Jogja, lima puluh lima tahun lalu, bahkan sebelum metode Iqra terlahir, namun lantun tilawahnya mengalir indah, tajwidnya nyaris sempurna. Azzamnya untuk terus belajar memperbaiki interaksi dengan Al-quran kian membuatku takjub, ia mampu menghafal huruf demi huruf pengecuali bacaan gunnah yang bahkan sulit dicerna oleh para ibu dibawah usianya, ia menghafalnya hanya dalam satu kali melihat dan mendengar, maasyaAllaah... Bersamanya, dua jilid buku Tahsin metode MAQDIS lahap disantap hanya dalam waktu tiga hari, jangan tanyakan bagaimana aplikasinya saat tilawah, ia kereeen bangeeet! suer! Cerita kedua yang tak kalah mengejutkan. Hanya tiga menit, aku meyapanya lewat placementest  jelang kajian yang diminatinya : kelas maqomat. Usianya lebih sepuh dibanding ibu dalam ceritaku yang pertama, gurat-gurat kerut di wajahnya tampak jelas, na...

Alfatih

Gambar
Ialah lelaki yang tak pernah sedikitpun kusisakan ruang diwajahnya untuk kukecup,  yang tak pernah kubiarkan pagi berlalu tanpa ia yang kudekap. Tunggu 'ammah ya de ^_^
Ialah lelaki yang tak pernah sedikitpun kusisakan ruang diwajahnya un
Ialah lelaki yang tak pernah sedikitpun kusisakan ruang diwajahnya
Ialah ikhwan yang tak pernah sedikitpun
Ialah lelaki yang tak pernah sedikitpun kusisakan
Waaah...kangeeen...dah lama banget ga nulis... Maaf ya buat kalian yang jadinya berdebar lebih lama karena nunggu tulisan baruku -hihihi, PeDe banget yak?!- Hari-hariku terla
Waaah...kangeeen...dah lama banget ga nulis...Maaf ya buat kalian yang jadinya berdebar lebih lama karena nunggu tulisan baruku -hihihi, PeDe banget yak?!-
Waaah...kangeeen...dah lama banget ga nulis...
Waaah...kangeeen...dah lama banget ga nulis...Maaf ya buat kalian
Waaah...kangeeen...dah lama banget ga nulis...

Kemuliaanmu, wahai Wanita

Gambar
"Nak," kata ayah lembut. "Menjadi wanita adalah hal hebat, segala jenis pekerjaan milik laki-laki akan sanggup dilakukan wanita, bahkan dengan lebihbaik. Allah telah memuliakan wanita, dan tugas kepemimpinan adalah tugas para lelaki, kau tahu kenapa? karena pemimpin seharusnya adalah khadimah / pelayan bagi yang dipimpinnya. Maka masihkah kau iri dengan tugas berat itu padahal Allah telah memuliakanmu dengan menjadikanmu 'yang (wajib) dilayani'? Tak sedikitpun keraguan jika wanita pun bisa menjadi 'pelayan' yang baik, tapi ayah tahu kau tak akan pernah tega mendominasi segala. Kau amat cerdas, kau memahami dengan sangat baik tugas utamamu : menjadi madrasah pertama bagi generasi-generasi pengganti, menjadi ibu yang rela bersusah payah mengandung, melahirkan bahkan menyusui putera-puterimu bertahun lamanya. Itulah tugas mulia yang kami para laki-laki, tak akan pernah bisa mengantikannya."

Hafidzah itu... Pasti Tawadhu

Gambar
Gelar Hafidzah itu baru tersemat jika ruh telah mencerai raganya. Tak sebatas lisan. Jika tanpa gerak, tanpa sikap, tanpa akhlak, sepantasnyalah kau bergelar manusia tak tahu malu. Bukankah kemudahan pun dariNya ? Bukankah ia pun adalah peta kita berkehidupan ? Maka penghambaanmu tak patut kau rusak, dengan berbangga dan meng aku-aku. Berdo'a, dan jagan bosan. Bergerak, agar tawadhu.  ok, Lih ^_^

Gelisah

Gambar
Benar, terkadang iman kita gelisah. Hingga Ibrahim meminta Allah menunjukkan caranNya menghidupkan, "Belum yakinkah engkau akan kuasaKu?" "Aku yakin, hanya saja agar hati ini menjadi tentram." Pun juga tentang do'a kekasih kita, jelang perang Badar yang menegangkan. Benar, terkadang iman kita gelisah. Akankah kebaikan yang selama ini kita perjuangkan sampai pada akhirnya yang juga baik? Ataukah kita kan tergoda dengan sampah dunia yang terkemas begitu cantik. Benar, terkadang iman kita gelisah. Terkadang ia payah, terkadang ia terasing, terkadang ia takut... Dan saat itu terjadi, terpejamlah! azamkan satu harap kebenaran:  "Jika ini perintah Allah, Dia tak akan pernah menyia-nyiakan kami."  dan bergeraklah, selalu dalam ridhoNya. -Dalam Dekapan Ukhuwah- Muroja'ah buku ini, banyak sekali hal terluput ternyata...T_T

The power of Nulis :D

Gambar
Di dunia ini, akulah mungkin yang paling narsis. Tiap-tiap deret kata yang ada pada blog ini, seorang setia membacanya, bahkan hingga berulang-ulang: aku. Tulisan adalah media penting bagi kebodohanku, ia pengikat ilmu, begitu kata seorang 'aalim . Bagiku, ia bukan hanya pengikat ilmu, ia juga pengikat hikmah yang baik sekaligus jahat. Ia baik saat aku merasa baik, ia mampu menyimpul ujung-ujung bibirku menjadi seulas senyum amat manis, membuatku ge-er tingkat tinggi : tulisannya bagus! -huuuuuu :p. Dan tentu saja ia membuatku sadar akan milyar-milyar hikmah yang tercecer, memotivasiku untuk tak malas menjitak-jitak huruf pada  keyboard yang saat ini masih bukan milikku sendiri. Ia baik, sebaik perasaanku saat membacanya, aku mau terus belajar. Sering kali, kejahatannya melampaui kebaikannya, ia jahat karena pada beberapa baris katanya ada selapis tajam yang mengiris rasaku, membuat mataku kaca. Kadang ia berubah, menjelma menjadi sosok algojo yang memukul uluhatiku ker...

Akhlak Qurani

Gambar
  Suatu sore, seorang pemuda Indonesia yang tengah berlibur dari aktifitas kuliahnya bergegas menuju sebuah masjid, ia tak ingin tertinggal shalat jama’ah. Selepas shalat, ia berbincang ringan dengan pengurus masjid itu, diungkapkan keinginannya untuk bisa mengisi waktu luang dengan menuntut ilmu keislaman yang kelak akan menjadi bekalnya berdakwah di tanah air. Pengurus masjid itu kemudian memeperkenalkannya dengan seseorang yang juga adalah aktifis dakwah. Usai perkenalan, mereka sepakat untuk datang ke sebuah desa yang insyaAllah kondusif untuk belajar. Dalam perjalanan dengan mobil mereka berhenti untuk sekedar membeli minum dan beberapa ikan ukuran besar yang nanti akan dimasak untuk makan malam. Pemuda Indonesia itu mengangsurkan beberapa lembar uang pada penjualnya, tapi sang penjual menggeleng, tersenyum sambil memandang sang aktifis “Biarkan kami memuliakan tamu yang hendak datang untuk menunut ilmu.”, pemuda itu tersenyum, ia masih sungkan menerima ...

Hamba

Gambar
KuasaNya kian cemerlang, bagi mereka yang tak pernah sungkan, menyungkur pada tanah-tanah, meski becek. Bergeraklah, hingga puncak itu takluk pada ikhiar dan do'a. Tuangkanlah lezat iman itu pada tanah yang dahaga, tanah yang rindu pada wajah-wajah para hamba : telah tercukupilah segalanya dalam lembar-lembar terjaga, maka kami hanyalah kerendahan dihadapanNya. Bahwa buah kerjakeras, selalu berbanding lurus dengan penghambaanmu. Buktikan! 

Bandung Abdi

Gambar
Akhir-akhir ini bapak yang setia mengantar-jemput anaknya tak lagi terlihat. Biasanya jam 07.00 bahkan jam 09.00 beliau sudah sampai di sekolah. Istrinya bapak tadi : Iya, sekarang bapak yang PNS sibuk banget, semenjak pak Ridwan Kamil jadi walikota, rieut kerjaan numpuk katanya, kebanyakan program, belum lagi kalo datang dan pulang itu harus on time , si bapak sampe minta saya ngedoain biar dia sehat, kuat kerjanya. Yang mendengarkan : (senyum-senyum) , (berbisik) Alhamdulillaah... Semoga atasan dan para pendukungnya ridha, ikhlas, dan semangat yaaa ^^... sing janten amal sholeh ...

Santri Avaliable :D

Gambar
Teh Eti  : Kata J*l*l, anak-anak tuh pada ngincer santri MAQDIS. Lih        : Masa? Teh Eti  : Belum pada tau aja :D Lih        : Ho-oh Semoga kita lebih baik dari apa yang mereka sangkakan ya jeeeng :)

Galaunya si Aku

Gambar
Di SMA, sahabat-sahabatku selalu bilang, “Kayaknya, Lilih deh yang bakal nikah duluan.” Pasalnya, aku ini hobi banget cerita, sampe menggebu-gebu, lebih-lebih kalo cerita soal pernikahan, maklum, si aku emang doyan banget baca buku-bukunya ustadz Salim A. Fillah sejak pake seragam putih abu. “Aku pengen nikah sebelum usiaku kepalanya dua.”,   “Aku pengen jadi asabiqunal awwalun kalo nikah nanti.” Heboh, tanpa diminta, dengan senang hati, aku cerita sendiri, sahabat-sahabatku di DKM senyum-senyum. Maka, sekitar tujuh tahun yang lalu, benih-benih pengen nikah yang kutanam dan kupupuk dengan aneka bacaan plus seminar-seminar pendukungnya kini kokoh menjulang dan rimbun, menghasilkan buahnya yang ranum : makin pengen nikah, hihihi. Sampai kemudian, perdananya piala bergilir akibat pernikahan kader-kader DKM SMA bukan milikku, tapi milik sahabatku yang luarbiasa pendiam, yang cuma senyum-senyum kalo aku lagi menggebu. Misi gagal. Satu-satu, tahun-tahu...

Mensyukuri yang Tertangguh

Gambar
Dulu, banyak mimpi yang ingin kugapai, menulisnya hingga bersaf-saf panjang, membacanya setiap kali mata ini letih menunggu. ... Aku ingin menyebrangi gerbang Institut Terbaik di Bandung itu dengan gelar sebagai ‘penghuninya’. Aku ingin seperti penulis favoritku, menjadi pengkarya perusahaan telekomunikasi yang masyhur di negeri ini. Aku ingin jadi juragan rumah makan yang cabangnya terentang-rentang jauh, mendatangkan aliran uang amat banyak yang akan kugunakan membangun mimpiku yang lain : Sekolah dengan kurikulumku sendiri. ... Meski kini, Nyatanya aku, Diploma dua tak bergelar yang jika kusebut nama tempatku belajar, setiap orang akan bertanya dua kali “Maaf, apa tadi nama kampusnya? Itu dimana ya?” Pekerjaanku, adalah hal yang dulu tak sama sekali terdaftar dalam mimpiku. Allah Maha Lembut, Ia tahu segala mimpiku, ia menggenggamnya dan kemudian menyimpannya dengan sangat rapi, Lalu, Ia menghidangkannya, membuatku takjub dan kem...

Ukuran

Tahukah, betapa aku takut saat kau hadir tepat di hadapanku. Fisikmu, finansialmu, keluargamu, bahkan agamamu terlampau baik untukku, meski berkali kau samarkan keshalihan itu... Ukuran kita tak sama memang, kau yang hidup dalam lingkungan ‘kebebasan’ tentu memiliki ukurannya sendiri , mungkin kau tak menyadarinya, tapi nilaiku adalah : Kau orang yang shalih, jauh melebihiku. Maka mengenalmu adalah berarti pukulan keras bertubi-tubi bagiku. Utamanya fisik, finansial dan keluargamu, itulah ketakutanku, aku tak ingin niatku bengkok karenanya, aku tak ingin menukar keberkahan dengan kemaha murahannya dunia, meski ia begitu memikat, aku gugup,tak kumiliki sikap terbaik menghadapinya kecuali dengan menangis,menyungkur berlama-lama, memohon agar Sang Pemilik Segala mengokohkanku yang fakir. Maha Benar Allah, ia tak pernah sedikitpun melebihi ukuran kesanggupanku. Aku tahu, sepenuh sadarku, bahwa bukan kau yang tak pantas, melainkan aku. Terimakasih telah membuatku ban...

Cinta...

Gambar
Cinta...kupinta ia, selalu, semoga hanya karenaNya... ... Ia terkejut, betapa sakitnya ternyata tak menyisakan banyak ruang bagi usia, hanya tersisa 60 hari detak kehidupannya... Ah, betapa waktu kian membuatnya ringkih, perempat hidupnya hilang bersama tangis panjang, dan keputusannya bulat : "Pergilah, jangan pernah dekatiku lagi.", kasar sekali ia membentak lelaki itu, ya, lelaki yang dalam hitungan minggu seharusnya menjadi suaminya. Lelaki itu pergi, memendam rasa yang iapun tak tahu...Berulang, ia mengadu dalam penghambaannya, logikanya nyalang, tapi cinta yang ia miliki menggerus lembut kata akalnya, ia bangkit, mendatangi wanitanya yang jerih di pembaringan menanti separuh usianya.  "Menikahlah denganku." pinta lelaki itu bersambut tangis rindu yang takut, wanita itu tak tega, menjadi kebahagiaan sesaat sebelum kesedihan yang panjang datang, tapi ia terlanjur mencintai lelaki itu. Dalam kehidupan baru keduanya, lelaki lembut itu ...

Gairah

Gambar
Pernahkah? Suatu waktu, saat kemenangan itu nyata sekali, kau bahkan tak bergairah menyapanya. Saat itu, yang kau inginkan hanya satu : Allah. Meski dengan bangga, namamu menggema, Meski tepuk tangan riuh bergemuruh, Meski kilat-kilat lensa berebut menyilaukan mata, Meski jabat tangan tak henti terayuh, Yang lirih dari bibirmu hanyalah "Aku malu!" Dan saat itu bening pun mengkaca pandanganmu. Duhai masa, cepatlah berlalu... Yang ku ingin kini, hanyalah terbenam, MerayuNya dalam sujud panjang.

Rindu

Gambar
Ada banyak gelombang yang meriak rasa, ada samudera tanpa batas pandangan mata, ada jernih yang menuntas dahaga, kemudian ... Ada biru yang mengait putih bercahaya, ada banyak warna yang melukis dirinya sendiri di angkasa, ada lingkar hari yang meredup jingga, kemudian ... Ada pekat menggemintang atapnya, ada rembulan yang terkalah indahnya,   ada goresan meteor yang perkasa, Di bumi... ada miyar jiwa yang rana rindunya. Hanya sebatas kata yang tak secuil pun sastra menghiasnya, terlalu banyak rasa tak terkata saat sosok itu tergambar dalam benak setiap jiwa yang merindunya, hingga tangis deras mengguncang dada, hingga akal tercerabut dalam raga, mereka rana dalam rindunya. Tak kan pernah kau temukan lagi... Rosulullaah ... Bahkan ribuan tahun kepergianmu tak sedikitpun membuat para perindumu bosan. Seperti katamu, kami kan bersama yang kami cintai di akhirat kelak, maka kami mencintaimu, selalu... Allaahumma shalli 'alaa muhamm...

Menyeperti Yusuf

Subhaanallaah... Hari ini, kutemui sosok seperti Yusuf _‘alaihissalaam... Seorang pemuda yang insyaAllaah mendapat satu tiket naungan dihari tanpa naungan selain naunganNya. Jika dulu hanya satu imroatul’aziiz , dizamannya kini ada banyak sekali. ... Pekerjaannya sebagai penggiat tambang adalah pekerjaan yang sulit karena waktu untuk perusahaan jauh lebih banyak ketimbang waktu pribadinya, “Pekerjaan paling tidak manusiawi.”, candanya. Sering kali ia berpindah dari satu pulau ke pulau lain, bahkan dari satu samudera ke samudera yang lain untuk menyelesaikan tanggung jawab pekerjaannya. Di tengah tekanan pekerjaan dan minimnya interaksi keluarga, beberapa perusahaan dengan terang-terangan membuka kesempatan bermaksiat dengan menyelundupkan wanita-wanita pezina sebagai hiburan gratis para karyawannya! Na’udzubillaah... Dan hari ini, sesosok pemuda membuatku terkagum. Dalam kondisi pekerjaannya itu, ialah mungkin satu-satunya yang kelelahan sekaligus jijik ...

Sepi

Gambar
Ada sunyi... Saat itu pula, Khauf mensejajari raja'. Saat keributan bukan milikku, Ada syukur mengharu biru. Meski hijab masa depan terlalu pekat, dan kadang mengerikan, Aku tahu, Ia menjagaku, selalu...  

جند الله

بسم الله الرحمن الرحيم ابني صالح, جند الله في الأرض السلام عليكم و رحمة الله و بركاته .أشكر الله على نعم عظيمة, و على حضرك في حياتي يا بني, هل عرفت لماذا سمّيتك باسم ’عمر’ ؟ لأنّني أريد شخصيتك كما شخصية عمر ابن الخطاب ,الذي أقصّ لك كلّ الليل ,هو حبيب الرسول صلى الله عليه و سلّم, حافظ القران خليفة عادل قوي في الحقّ, تواضع و يخش الله يا بني, اجتهد في حفظ القران و أدعوك  في كلّ ليالى السلام عليكم و رحمة الله و بركاته Tugas  Al-Imarat, surat ga resmi....Yang mau koreksi, dengan senang hati ^^

Perempuan Itu ...

Gambar
Perempuan itu, seneng banget kalo dibilang cantik, hanya sedikit dari mahkluk halus ini yang ‘cuek bebek’ kalo denger kata ‘cantik’ menimpa dirinya. Makanya, perempuan itu, seneng banget dandan, mulai dari ujung jari sampe ujung rambut pasti perhatian, ga beda antara yang punya banyak kain sama yang kurang banyak kainnya, mereka mirip soal yang satu ini. Lagi, hanya sedikit dari mahkluk halus ini yang ‘cuek bebek’ soal tampilan zahir mereka. Intinya, perempuan itu, seneng banget jadi pusat perhatian yang ‘baik’. Hayo ngaku ?! Nah, dari ‘kebutuhan’ perempuan sendiri   inilah akhirnya banyak yang kesengsem pengen ikut aneka kontes, biar ‘kebutuhan’nya tersalurkan dan dapat timbal balik berupa : 1.        Dibilang cantik 2.        Dibilang pinter 3.        Dibilang berprestasi 4.        De el el yang merupakan pandangan manusia. Di...

أشتاق لك

ف    أريد أن أكون خديجة أم المؤمنين    

Masjidku Super Menyenangkan Part1

Mataku tak bisa terpejam, shalatku penuh ide, maasyaAllaah... Jika semangatku sedang memuncak hampir pasti tidurku berantakan...Aaah, masjid, kali ini ialah sumber insomnia ku. Dulu, saat jiwa ragaku berpetualang di zaman Sekolah Dasar, masjid adalah tempat yang paling menyenangkan. Libur sekolah sering kali kuhabiskan dengan ‘nyantri kilat’ di beberapa masjid, senang, senang, senang, itulah citra masjidku dulu. Masjid Daarussalaam adalah masjid pertamaku mereguk lezatnya ilmu, lokasinya berada di tengah padat rumah-rumah yang tak beraturan karena tak ada bisnis properti disana,   Margacinta nama daerahnya. Kawan, masjid pertamaku menyenangkan sekali, niatku dulu adalah bertemu orang-orang yang menyenangkan, tak sedikitpun bayanganku untuk bisa membaca Al-Quran saat itu. Ikhwan pertamaku (udah baca, kan?) saat itu masih SMA, bersama para tetangga dan beberapa teman satu sekolahnya, ba’da magrib   mereka memadati masjidku, menjadi pusat lingkaran besar–besar yan...

Selapis Kulit Tempe

Percayakah kau jika kukatakan bahwa kulit kita mirip dengan sekerat tempe? Konyol, mungkin itu jawabanmu. Aku pun masih sering tersenyum getir jika otakku tiba-tiba memutar kembali kilasan waktu, tentang kulit kita... Seorang ibu, fisiknya terlihat sehat, sangat sehat bahkan, di dekatnya berkumpul satu dua orang sahabatku, ia bercerita sambil sesekali menunjukkan titik-titik tertentu di lengannya. Tahukah apa yang sedang asyik diceritakannya? Sehari sebelum cerita itu tersiar, sang ibu telah melakukan operasi pengangkatan jamur yang tumbuh disekitar lengannya, aku yang mendengarkan di pojok ruangan benar-benar takut, berkali-kali istighfarku lirih. Sang ibu yang juga penderita Systemic Lupus Erithemathosus telah mengkonsumsi obat-obatan dosis tinggi untuk menahan laju liar penyakitnya, bertahun, dan kondisi tubuhnya semakin baik, dosis tinggi itu kemudian direkomendasikan oleh dokter agar diturunkan kadarnya, tindakan yang benar, hanya saja imun yang telah lama teradaptasi...

Inilah (Jalanan) Indonesia

Gambar
Matahari selalu bersemangat sekali mengalirkan butir-butir besar keringat, ia berkolaborasi dengan cawan raksasa bernama laut yang meniupkan nafasnya yang panas, jalan-jalan sesak, berbagai jenis kendaraan tumpah ruah dan bising. Bagi mereka yang menanti kendaraan umum favorit busway, bersiaplah untuk berdaki-daki, berbedak-bedak debu, berpegal-pegal, dan tentusaja berdesakan. Itu baru terminalnya kawan, saat kakimu meloncat masuk pintu gerbangnya yang 'canggih' berbagai aroma menguar, mengusik saraf-saraf hidung yang sedari tadi sibuk mengolah gumpal-gumpal kecil kehitaman yang kau tahu disebut apa, dan jika kau sepertiku, berpostur tinggi diantara yang jauuuh lebih tinggi, bersiaplah untuk terjepit sepanjang perjalananmu, ALHAMDULILLAAH... suasana kritis itu tak diperparah asap rokok menyebalkan. Begitulah, di Indonesia, seburuk apapun kondisinya, orang-orangnya yang ramah tak pernah kehilangan senyum termanisnya. Dalam kondisi jalanan ibu kotanya yang tentu saja menja...

Aku Ingin Tahu Rasanya Rugi

Gambar
"Aku ingin tau bagaimana rasanya kerugian." serunya. Ya, dari sekian banyak kegiatan bisnisnya ia adalah ahli yang tak pernah kenal istilah rugi. ----- Dari kemapanan hidup di kampung halamannya yang memang adalah kampung para saudagar, ia berhijrah, meninggalkan kerajaan bisnisnya yang dibangun bertahun lamanya dengan tak membawa apapun selain bekal  ta'at pada Allah dan Rosul. Di Yatsrib, kota para petani itu, ia dipersaudarakan Rosulullah dengan  Sa’ad bin Rabi’ Al-Anshari yang juga kaya. Abdurrahman pernah ditawari Sa'ad untuk memilih kebun yang paling ia sukai dari dua kebun miliknya, bahkan dari dua istri yang ia miliki, dan Abdurrahman hanya tersenyum, berterima kasih dan meminta satu hal : "Tolong tunjukan padaku arah pasar, saudaraku." Di pasar itu ia kembali memulainya dari nol, dari menjadi kuli angkut barang, kemudian menjadi makelar. Bisnisnya kian berkembang dan menghasilkan uang yang cukup untuk membeli sepetak kios di pasar terseb...

Kristal

Gambar
Menggayut rindu, tapi aku malu... Pada ia yang menyenangkan sekaligus menyebalkan. Pada ia yang kutitipkan namaku dalam do'a. Kenapa kau memilih butir air yang sekilas adalah air mata? Dalam setiap ucapanmu, ada selaksa tajam yang sering mengirisku, maka kau seharusnya air yang mengkristal dalam gelap.

PR lagi buat Kang Emil...

Gambar
Ahad, 9 Juni 2013 aku, tetehku bersama para pedagang kaki lima yang jumlahnya hampir seratus melakukan negoisasi bersama warga Metro atas masalah ‘kesemrawutan’ wilayah tersebut setiap minggu. Hanya satu minggu sekali, itupun tidak mendesak waktu shalat dzuhur, jam 11.00 WIB biasanya kami telah selesai menjaja dagangan. Kang Emil jadi saksi atas kejadian pagi itu. Diiringi para penjaganya, tetehku yang berada di belakang berteriak pelan- menyadari bahwa ini belumlah menjadi wewenang calon walikota Bandung itu, “Kang, kumaha ieu teh?” Padahal setiap kali kami berjualan, para pemalak itu rajin sekali mengumpul pajak. Kali ini, seminggu sebelum pasar kaget Metro kembali digelar, warga telah protes dan bersiap memasang atribut bertuliskan “PKL dilarang berjualan” dan para pemalak itu hilang ditelan semarak pedagang kecil yang khawatir akan nasib dagangannya yang telah siap memenuhi pasar jelang lebaran. Hanya seminggu satu kali, Kang. Jika kami membuat macet, jalan-ja...