Postingan

Menampilkan postingan dari 2012

Obat Ajaib

Diriwiyatkan, bahwa seorang hakim diutus untuk menjadi duta bagi raja Persia. Suatu hari, Sang Raja marah kepadanya, kemudian menjebloskannya ke sebuah ruangan yang seakan-akan adalah kuburan, gelap...sempit...terbelenggu rantai besi, dan dipakaikan kepadanya baju berbahan wol yang teramat kasar. Diperintahkan kepada para prajurit agar memberi Sang Hakim makan setiap hari sebatas potongan kecil roti gandum, sedikit garam, dan air. Diperintahkan pula mereka untuk mengamati perkataannya, kemudian dilaporkan pada Sang Raja. Maka, tinggallah Sang Hakim selama berbulan-bulan tanpa berbicara sepatah kata pun. Setelah sekian lama, Sang Raja teringat kepada Sang Hakim yang terpenjara, kemudian ia berkata kepada para prajuritnya "Utuslah beberapa sahabat Sang Hakim ke penjaranya, perintahkan mereka agar bertanya tentang keadaannya, dengarkan apa yang terjadi diantara mereka, dan kabarkan padaku." Maka masuklah beberapa sahabat Sang Hakim ke penjaranya, dan berkata "Wahai Ha...

Harga Sang Waktu

Adalah keharusan bagi setiap manusia untuk memahami betapa berharganya sang waktu, hingga kemudian tidak tersia sedetikpun dari waktu itu yang akan terguna oleh hal-hal yang menjauhkannya dari Allah, atau bahkan oleh hal-hal yang tidak sama sekali berguna baik bagi agama ataupun juga dunianya... Terjadi di zaman  salafusshalih , bahwasanya mereka selalu dapat menggunakan detik-detik waktu dalam hal yang bermanfaat, dan mereka adalah orang-orang yang teramat kikir untuk menyiakannya. Berkata Imam Abu Al-wafaa ibn 'Aqiil "Tidaklah halal bagiku untuk menyiakan waktu dari usiaku, sampaipun jika lidahku terhenti dari menghafal atau mendebatkan sesuatu, mataku terlelah dari membaca, dan jasadku terbaring rehat, aku akan tetap menggunakan fikiranku dan tidak sekalipun kuangkat tubuhku kecuali telah terlintas sebuah pemikiran yang akan kutulis. Sungguh, aku akan mengerahkan segala cara agar waktu makanku semakin pendek. Maka terkadang, kutumbuk biskuit kemudian kukunyah, kem...

Antara Behel Dan Tahsin Al Quran

Gambar
Behel siapa yang belum pernah tahu dengan istilah ini? Selama ini mungkin banyak orang mengira memakai behel (kawat gigi) hanya untuk menata gigi yang tidak beraturan, tetapi secara medis sebenarnya ada juga alasan mengapa orang perlu memakai behel misalnya pertumbuhan gigi yang tidak tepat sehingga dapat membuat sulit dalam mengunyah, atau sakit gigi yang berulang, dsb. Tapi disini bukan hal itu yang ingin saya bahas karena ada dokter gigi yang lebih ahli. Sedikit berbagi dari cerita dari ustadzah tahsin saya, jika teman-teman belajar tentang tahsin (memperbaiki bacaan Al Qur’an) tentu tidak asing dengan istilah Makhroj Huruf (tempat keluarnya huruf). Lantas teman-teman akan bertanya apa hubungannya antara makhroj huruf dengan behel? Saya juga baru paham, ternyata ketika kita mengeluarkan huruf-huruf sesuai haknya (sesuai pada tempatnya) dapat menjadikan terapi agar gigi kita rapi, karena ketika kita berusaha untuk mengeluarkan huruf sesuai dengan cara keluarnya dan hal ini d...

Hilang

Dalam rentang satu bulan lebih sedikit, dua buah kaus lengan panjangku raib, kaca mata minusku pun entah dimana, sandal Eiger yang jadi teman setia sepanjang hari juga hilang, untuk yang satu ini memang akulah yang ceroboh, kelelahan selepas aktifitas jelang magrib itu membuatku lalai kali itu...lupa, tak kuajak ia masuk...keesokan subuhnya, aku lemas "sendalnya ilang"...terpaksa, kupinjam sendal teman sekamarku meski nyaman tak juga kunjung datang...Waktu duha sepeninggal sandalku, hapeku yang kemarin tak kubawa tiba-tiba ngadat, murotal yang selalu kusetel tiap kali menyusur jalan bersama teman ojegku Essa Fatimah Husna tak bisa dibuka, viruss! Mantap! baru kali ini hilang barang secara bertubi-tubi, entah apa rencanaNya....hingga kemudian guruku berkata "InsyaAllah jadi pembersih diri" aku yang tukang protes kemudian mengeluh, mengingat betapa buruknya hafalan Al-Qur'an akhir-akhir ini,"Hmmm...Lih kotor banget ya Teh?", "Ga semua yang dibersihk...

Risalah Rindu

Gambar
Jum'at 17 Ramadhan 1431 Hijriyah, 27 Agustus 2010 Sahabat, tahukah kalian? hari ini aku kembali...kembali menapaki jejak-jejak perjuangan kita dulu...di sekolah...rindu...ada rindu yang membuncah kala pikiranku kembali memutar masa-masa indah dulu... Kalian yang telah Allah jadikan jalan bagi diri ini tuk senantiasa berjuang untuk berubah, kalian yang meski secara tak langsung telah menjadi 'semangat' bagiku, kalian yang telah menorehkan cinta karena Allah di hati ini begitu dalam, dalam sekali hingga tak kuasa nyeri yang kutanggung saat kulihat kalian tlah berubah... Sahabat, apakah aku hanya berburuk sangka? akupun berharap aku hanya berburuk sangka pada kalian... Sahabat, bolehkah kupinta sesuatu? Beri tahu aku apa yang telah terjadi di luar sana, disaat kita tak lagi bersama... Beri tahu aku tentang status-status aneh di media sosial itu...berpacaran...bertunangan yang entah kapan berganti rupa dengan berita bahagia : menikah... Sedih, tahukah kalian bet...

Hasan

"Nongnong!!!" begitulah selalu jerit kekesalan adikku padaku, hmmm...terkadang aku memang sebal disebut dengan panggilan itu, tapi mau bagaimana lagi, toh dahiku memang lebar (tapi ga perlu disebutin gitu kali..) Hari-hariku di rumah selalu penuh pertikaian dengan adik laki-lakiku yang satu-satunya itu. Ya, perbedaan usia yang tidak terlalu jauh, mungkin membuat kami memiliki egoisme yang hampir sama, atau mungkin akulah yang kurang dewasa, terserah, yang jelas aku sebal kalau adikku itu ada di rumah. Candanya seringkali membuat hatiku sakit, dasar cowok ga berperasaan! "Gendut, pendek, pesek, belo,..." pokoknya segala kekurangan fisikku selalu jadi santapan lezat baginya. Aku terkadang menangis, berharap agar Hasan, adikku itu bisa berubah. Aku tak tak mau di luaran sana aku berkoar-koar mendakwahi orang lain, sedangkan adikku sendiri terlalai, kadang pun aku bosan menasehatinya, entah, mungkin karena ia terlalu tahu akan kekuranganku hingga nasehat-nasehatku...

Selalu Ada Kebaikan

Di sebuah negeri, seorang raja tengah berbincang bersama seorang mentri yang juga shabatnya. Sang mentri adalah seorang shalih yang selalu berkhusnudzan dengan apapun yang terjadi, " fiihi khairun, insyaAllah " ucapnya setiap kali menanggapi pembicaraan raja. Saat makanan terhidang, sang raja masih saja sibuk bercerita sampai kemudian ia mengambil buah  dan hendak mengupasnya, tiba-tiba berteriak "Aaaaah.....jariku..." darah segar mengalir dari telunjukya yang terputus, kepalanya berdenyut ngeri hampir saja pandangannya gelap, tapi ucapan sang mentri terlalu membuatnya marah " fiihi khaiun, insyaAllah ", sang raja menghardik dengan keras "tak ada kebaikan apapun disini! ini adalah aib, cacat!".  Kemarahan  raja berbuah dzalim, sang mentri diseret dan kemudian dimasukan ke dalam penjara. Tak ada rasa kecewa, takut ataupun marah yang tergurat di wajah sang mentri, ia hanya tersenyum menggambarkan keyakinan bahwa Allah tak pernah mendzalimi hambanya...

Ganti Istimewa

Siang itu terik, ujian Universitas Al-azhar, Cairo, Mesir baru saja berlalu. Seorang pemuda Syiria tengah gontai...Haus, lapar...Seperti umumnya mahasiswa, ia terlalu irit dengan uang sakunya sendiri. Dan saat itu pula aroma nikmat sup merebak, sebuah rumah dengan pintu yang terbuka lebar membuatnya tak kuasa menahan langkah. Panci besar yang penuh sup itu masih mengepul, kelenjar liurnya yang sedari tadi kering, kembali deras, lalu diciduknya sedikit...Saat bibir kerontangnya mulai terbuka, imannya terlampau cepat menyadarkan satu hal : "Ini bukan milikmu, haram atasmu memakannya!". Suara perutnya samar tapi perih, energinya nyaris habis, merebahkan diri kemudian tidur adalah pilihan terbaik menurtnya, tapi....dilihatnya sang guru tengah berdiri dan menantinya di depan flat. "Seorang teman menyerahkan urusannya pada saya, ia sedang mencarikan jodoh untuk anak gadisnya. Saya tidak melihat seorang pemuda yang lebih baik akhlakny...

Mesir, Sudan, Qatar ? Hmmm...(Jalan mana yang akan kulewati demi menapak sejarahnya yang gemilang?)

Hari ini pendaftaran beasiswa ke Sudan mulai dibuka. Tak gentar, meski semua orang meributkan tahun ijazah. Sampai kemudian poin-poin dalam formulir itu ku isi...Tahun kelulusan yang terdaftar hanya sampai 2010!...berulang kucoba tetap tak juga berhasil, sampai kemudian mereka menyarankan untuk memilih tahun yang tertera. BARAKAH....itu yang selalu kuharap, maka berbohong adalah sesuatu yang paling kuhindari...aku tak ingin kebohonganku (meski sekecil apapun) merusak 'barakah' itu...Maka kuputuskan mengisinya dengan pendidikanku saat ini, pendidikan yang sudah terlampau jauh dari tingkat SMA/sederajat yang bahkan lulus pun belum! kelak ijazah ma'had itu bertulis angka 2012, bukan!?^^ Bukan ijazah yang akan membawaku ke tanah berbahasa surga! Selembar kertas berukiran angka  2007 pun bukan penghalang jika Ia telah tetapkan aku menapak kaki di sana...Meski terkadang gentarku datang...Robbi...Engkau yang Maha Tahu lirih do'aku...Menyusur jejak-jejak ilmu, mendekatkanku d...
Tak ada yang sulit bagi Allah....Saat Ia berkehandak " Kun " maka terjadilah....Tahun 2012 ini Lilih Ilmia  1. Merampungkan tiga puluh juz setoran hafalannya 2. Menggenapkan diennya, bersama seorang yang Allah ridla, keluarganya ridla, guru-gurunya ridla, sahabat-sahabatnya ridla dan iapun ridla...  3. Menginjakkan kaki di tanah nabi, mereguk sepuas dahaga ilmu bersama sang penggenap :) 4. Menikmati Ramadhan di tanah yang penuh berkah dan cahaya  5. Menunaikan rukun kelima Aaamiiin....Allahumma taqabbal addu'aa...  

Qaulan Tsaqiilan Tulisanku

"Yang ane lihat, Ente mulai turun semenjak ngeblog yah?!" Tanggapan seorang guru setelah mendengar keluh kesahku akan 'setoran' yang tiba-tiba buntu. Hobi baruku itu kini menjadi 'tersangka' atas lalaiku. Sedih...tentu saja. Sungguh niatku adalah agar sedikit dari apa yang kupunya menjadi manfaat untuk orang lain, terlebih...agar ia kelak memanjangkan usiaku di dunia, meski raga ini telah menyatu tanah. Mungkin...dalam perjalanan, niatku payah... "Menjadi penulis kini, Kau akan kesulitan menggapai impianmu sebagai haafidzah . Jika Kau gapai mimpi itu sekarang, kelak tulisanMu kan lebih berbobot" Qaulan tsaqiilaa... Ah...guruku selalu benar, inginku yang meluap terkadang tak membuatku jernih. Allah tak kan pernah  memerintahkan sesuatu yang bererat mesra dengan keburukan...Jika saja niat itu tak payah, pertahananku tak kan mudah patah. Bukankah menjadi penulis dengan niat da'wah bil qalaam itu sama baiknya dengan menjadi seorang haafidzah ...

Maluuu...

Gambar
Ustadz   : Pak, kalo yang buat sarang itu  lebah betina ya? Scientist : Waaah...hebat, ko tau Tadz? Ustadz   : An-naml : 68 Scientist : (Sibuk buka mushaf) Yang mana Tadz, yang menunjukkan bahwa yang membuat sarang itu lebah betina? Ustadz   : Bahasa Arab Scientist : ??? Pendeta : Di dalam surat Al-Fatihah, terkesan tuhan itu ada tiga, yang berfirman(1) memuji Allah(2), dan ada kata Engkau(3) Ustadz   : Maaf  Det, Antum ngerti Bahasa Arab? Pendeta : Antum??? Ustadz   : Ooooo....'afwan...'afwan.... Pendeta : 'afwan??? apa pula itu Tadz? Ustadz   : (Geleng-geleng kepala sambil bilang dalem hati "Gini nih klo kebiasaan ngobrol sama orang-orang keren:D")  Eh....iya Det, Maap, kamu ngerti Bahasa Arab ga? Pendeta : Ya ngerti, dikit...makanya bisa nyimpulin tuh Surat Al-Fatihah Ustadz   : Yaaaaaaaaaaaah....ente mah, ngerti Bahasa Arab dikit doang, blom juga nyampe Ilmu Balaghah  dah belagu nafsir Al-Fatihah......

Kompor-Kompor Pernikahan :D

Menyambut momen besar bernama pernikahan itu seru, tambah seru jika dalam persiapannya sambil baca buku-buku Pro-U media, khususnya karya Ustadz Salim A. Fillah. Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan, buku itu sudah kulahap sejak tujuh tahun lalu, dan sampai sekarang ia selalu jadi referensi hadiah yang kuprioritaskan untuk temen-temen yang masih dalam masa pencarian. Sekitar satu minggu yang lalu, buku itu kubungkus rapi, terselip sebuah kertas yang kutulisi sedikit motivasi lalu kuhadiahkan untuk seorang akhwat yang sedang semangat melakukan perubahan. Baru sampe rumah, hapeku bergetar hebat (hehe...lebay:D) bunyi smsnya : "Teteeeh...aku suka banget, syukron yaaa" Dan besoknya ia atusias bercerita : Kemarin temenku yang aktifis pacaran dateng ke rumah, aku suruh dia baca buku NPSP tapi dia ga mau, katanya ga suka baca. Trus aku  ke kamar mandi, eh... pas balik, dia lagi asyik baca tuh buku, dia bilang "Asik juga bukunya" sambil cengar-cengir...Akhirnya kami disk...

Zuhudnya Menyela dalam Hati

Bertemu seorang CEO, dua kali dengan orang yang berbeda... CEO pertama yang kutemui adalah sosok sederhana yang sampai pertemuan itu berakhir, aku tak pernah tahu bahwa ternyata CEO berarti juga adalah orang 'penting' di perusahaan. Hal itu baru kurasakan istimewa justru  saat pertemuan itu lewat begitu lama, saat kemudian sosok CEO ke dua yang kutemui begitu berbeda...tak terlalu parlente dan terkesan borju memang, tapi sunggh terasa amat jauh dari bapak CEO pertama yang juga kupanggil ustadz. Ini awal kubertemu dengan ustadz CEO itu... Ia datang bersama seorang yang karyanya begitu aku minati, buku-bukunya, pegalamannya, sebatas yang aku tahu, ia begitu mirip denganku. Dan di balik karyanya, ada seorang penyokong yang ia sebut sebagai kakak, itulah ustadz CEO. Perusahaan itu bermula dari sebuah kepedulian...Kunjungan ke sebuah percetakan itu mengusik nurani sang mahasiswa, judul-judul best seller  yang memuakkan, nyaris sepenuhnya bertema seks! Geram, tentu saja. ...

Lagi-Lagi Nikah, Pengen Nikah...lagi, lho?! (judul yang aneh...)

Gambar
Pertemuan kedua bersama Ustadz Salim A. Fillah.... Kali ini bukan dalam rangka kepenulisan, tapi sebuah 'spesialisasi' beliau yang nyaris pasti ada di setiap bukunya, pernikahan.... Miitsaaqan ghaliizan itu bukanlah sesuatu yang 'seharusnya' dipersiapkan pada detik-detik jelang akad saja. Saat Kau seusia SMP, seharusnya Kau telah melahap buku-buku bertema pernikahan, saat usiamu SMA, bacaanMu adalah tema-tema pola asuh anak, lucu...tapi...bayangkanlah jika bekal ilmu itu tak jauh-jauh hari dipersiapkan, apa jadinya pernikahan kita? terlebih jika Kau adalah seorang perempuan yang kelak waktuMu terasa amat sempit, menjadi isteri yang mengurus suami sepanjang hari, belum lagi jika 'amanah' itu datang disaat kita justru masih beradaptasi mengefektifkan waktu, melahirkan, menyusui, waaah....kapan cari ilmunya??? Saat itu Nailah baru berusia delapan belas tahun, 'Utsman bin 'Affan yang angka usianya berkebakikan dengan angka usia Nailah merasa tak tega...

Sambutan Teraneh

Menjadi koordinator pelaksana sebuah acara pasti kan merasakan saat berdiri sendirian menyampaikan sebuah sambutan yang kebanyakan membuat orang ngantuk di awal acara. Ah....ini yang paling tak kusuka... Malam yang berbeda...di sebuah penginapan yang disediakan gratis oleh pemiliknya, ba'da tilawah...hampir pergantian tanggal, tapi mataku yang lelah belum ingin kututup, masih banyak kerjaan... Selesai mencoret-coret, tidur, qiyamul lail...berharap lurus niat ini... "Sambutan terunik (aneh, menurutku) yang pernah kudengar" kata seorang teman yang bertugas ngemsi... "A ndai aku pegang satu tangkai mawar ku berikan untk mu saudariku..ana ukhibuki fillah @lilih ilmia" Status yang terburu-buru, fikirku :D "Ane nangis, waktu anti baca sambutan" "Nangis apaan, sambutannya aneh, tau?!" Kataku menyesal... Sampai saat ini aku masih menyesalinya... Bismillahirrahmaanirrahiim... Assalamu'alaikum wr. wb.... AlhamdulillahiRobbil'...

Kurang Ilmu

Pagi Daarut Tauhiid selalu menyenangkan, shooting di MQTV meski hanya jadi penonton adalah hal langka yang...norak :D Persiapan kru yang ribet, calon-calon artis yang lagi deg-degan sibuk dengan diri masing-masing, jiaaaaah...padahal cuma jadi penonton...Ustadz yang mau jadi emsi ngobrol ringan sama syekhnya...Aku??? target satu juz itu mulai kucicil. Lagi asik-asiknya tilawah, tiba-tiba.... " maa dza taqrain? " bahasa Arab yang jelas tak kumengerti, sampai kemudian ustadz emsi menerjemahkannya "Apa yang sedang kamu baca?" "Al-baqarah, Tadz..." jawabku pake bahasa Arab :D, " Iqraiy... " "Bacalah!" perintah sang syekh. Membaca satu ayat di depan banyak orang ternyata 'aneh', takut salah, mana syekhnya perhatian lagi! Selesai....dan... " Maa syaa Allah....maa syaa Allah...maa syaa Allah....!" aku yang masih syok tambah syok (selain ga bisa bahasa Arab. bahasa Inggrisnya juga ancur:D), culang-cileung (nah...klo bah...

Pra Nikah Al-Qur’an Asyiiiiiik.....

Subhanallah... Sepanjang hari, setelah setoran hafalan yang 'seru' itu aku tersipu-sipu...  Mengingat kembali sebuah kisah, saat sang gagah nan pemberani 'Umar ibn Khathab mencarikan sosok suami ideal untuk putrinya Hafsah. 'Utsman ibn 'Affan saat itu belum lagi ingin menikah, kemudian dengan gontai ia menuju rumah Abu Bakr yang saat pengajuan itu disampaikan, ia hanya terdiam... Lalu sampailah ia pada Rosulullah yang ternyata bersedia menikahi Hafsah yang telah menjadi janda. Subhanallah....Subhanallah...dan saat 'Umar kembali bertemu Abu Bakr, ia berkata "Maafkan aku karena tak menanggapi tawaranmu, 'Umar. Sandainya tak kudengar Rosulullah menyebut-nyebut nama Hafsah, tentu kan kunikahi ia." Hmmm...Kemudian aku kembali tersipu malu... " Dan tidak ada dosa bagimu meminang perempuan-perempuan itu dengan sindiran atau kamu sembunyikan (keinginamu) dalam hati.   Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut kepada mereka . Tetapi janganlah ...

Ikhwan Pertamaku

Gambar
Ia ikhwan pertama yang kukenal. Aktifitas dakwahnya lah yang membuatku jatuh hati. Di rumahnya yang hangat, seringkali menjadi semakin hangat   dengan banyaknya makhluk-makhluk berjenggot tipis dan jilbab-jilbab lebar yang berkibar anggun. Damai... Jaket dongker berlapis merah yang ia kenakan berjahit dakwah, dakwah yang cerah secerah pemiliknya. Sandal jepitnya yang sederhana menghilang saat lingkaran-lingkaran mingguan berlangsung.      Ah... ia sempurna, ia yang tak tinggi hati untuk memikul susu lalu menjualnya di pasar pagi, ia yang dengan semangat mengumpulkan pakaian-pakaian layak pengisi bazar murah bagi rakyat desa yang semarak menyambut kerjanya. Ia seperti ‘Umar yang tak pernah mau kompromi dengan kejahiliahan. Suatu waktu di sekolah, hingar bingar teriakan dan gerak-gerak tak karuan anggota ekskul itu mengusiknya, ia yang menjadi pemimpin masjid sekolahnya tak rela musik itu menyentak-nyentak kehkusyuan   para pemuda yang kelak kan mendapat se...