Mensyukuri yang Tertangguh
Dulu, banyak mimpi yang ingin kugapai, menulisnya hingga bersaf-saf panjang, membacanya setiap kali mata ini letih menunggu. ... Aku ingin menyebrangi gerbang Institut Terbaik di Bandung itu dengan gelar sebagai ‘penghuninya’. Aku ingin seperti penulis favoritku, menjadi pengkarya perusahaan telekomunikasi yang masyhur di negeri ini. Aku ingin jadi juragan rumah makan yang cabangnya terentang-rentang jauh, mendatangkan aliran uang amat banyak yang akan kugunakan membangun mimpiku yang lain : Sekolah dengan kurikulumku sendiri. ... Meski kini, Nyatanya aku, Diploma dua tak bergelar yang jika kusebut nama tempatku belajar, setiap orang akan bertanya dua kali “Maaf, apa tadi nama kampusnya? Itu dimana ya?” Pekerjaanku, adalah hal yang dulu tak sama sekali terdaftar dalam mimpiku. Allah Maha Lembut, Ia tahu segala mimpiku, ia menggenggamnya dan kemudian menyimpannya dengan sangat rapi, Lalu, Ia menghidangkannya, membuatku takjub dan kem...