Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2013

memaknai UeN

Gambar
Jelang UN, sekre DKM kami tegang... Pertemuan kali itu adalah ikrar, agar kami selalu mematri jujur, bagaimanapun kondisinya nanti. Dan niat baik itu bekerja dengan sempurna, memberi kepuasan terhebat bagi si empunya... Merasa tak belajar dengan serius, Ujian Nasional sekolahku di tingkat SMA menjadi menakutkan. Yang kuseriusi saat itu hanyalah satu : Menjadi Anggota Dewan Keluarga Masjid Al-Mujtahid SMA Negeri 22 Bandung, kegiatan itu menjadi sebuah nikmat yang tak pernah mau kulepas meski telah menginjak 'masa kritis' kelas tiga. Tiga hari jelang ujian, aku kebut-kebutan belajar, mendatangi rumah Risma sahabatku untuk menekuni matematika, sepanjang sore dengan hujan yang benar-benar lebat. Saat pulang, perjalanku terhenti, ngeri melihat banjir yang merendam hampir setengah badan mobil yang nekat melaju. Aku gelisah, jarakku kini tak memungkinkanku kembali ke rumah Risma, tapi di depanku air kecokelatan itu masih meluap-luap,   bismillaah , kuambil kep...

Ikhwan Sejati

Gambar
Seorang remaja pria bertanya kepada ibunya, "Ibu, ceritakan pada ku tentang   Ikhwan Sejati !" Lalu sang ibu pun tersenyum dan menjawab pertanyaan remaja tersebut. Ikhwan sejati   bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar akan tetapi dilihat dari kasih sayangnya pada orang di sekitarnya. Ikhwan sejati   bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang akan tetapi dilihat dari kelembutannya mengatakan kebenaran. Ikhwan sejati   bukanlah dilihat dari jumlah sahabat disekitarnya akan tetapi dilihat dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa Ikhwan sejati   bukanlah dilihat dari bagaimana ia dihormati di tempat kerja akan tetapi dilihat dari bagaimana ia dihormati di dalam rumah Ikhwan sejati   bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan akan tetapi dilihat dari sikap bijaknya memahami persoalan Ikhwan sejati   bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang akan tetapi dilihat dari hati yang ada dibalik itu Ikhwan sejati   bukanlah dilihat dari banyaknya p...

Jangan Usik Aku

Gambar
Berbulan-bulan lalu, setahun, mungkin lebih... Candaku pada sahabatku yang bernama ‘Kebaikan’ : ‘ia’ haafidz? Jodohin sama ane yah :D ! Kemudian... Sahabatku itu menunjukkan sebuah video saat ‘ia’ membaca apa yang telah dihafalnya. Saat pertama kali kulihat wajahnya, aku benar-benar merasakan perubahan ekspresi wajahku...bukan ‘ia’ kurasa... Lalu, setahun berikutnya ‘ia’ datang ke rumahku lewat sebuah berita : ‘ia’ telah lama memperhatikanku. Dan aku luluh pada caranya, meski kemudian tak lagi ada berita, karena sang ibu belum memberinya restu sebelum studi yang tinggal penyusunan tugas akhir itu selesa. KESAL, padanya yang tak bersiap dengan baik, KESAL padanya yang lalai pada sesuatu yang penting. Dalam rentang itu, segala informasi tentang ‘ia’ begitu menarik. Maha Suci Allah yang membolak-balik setiap hati, dan saat ini aku ‘ingin’ Allah membawanya padaku meski aku tahu semua tanpa kepastian. ‘ia’ terlalu shalih, yakinnya pada Allah membuatnya mengalir tenan...

Saat Kita Kembali

Gambar
Apa yang dirasakan saat banyak orang mencurahkan segala masalahnya dan kemudian meminta nasihat kita? Apa rasanya jika kita berada dalam lingkungan orang-orang sholeh, kemudian dipanggil dengan sebutan 'aneh' macam 'ustadz', 'penghafal Al-Quran', bahkan ada yang terang-terangan menyebut kita juga sebagai 'orang sholeh'? Jika bukan karena Allah yang menutup aib kita, tentu tak ada yang mau menjadi teman kita, tak satupun -Aa Gym Aaah...Kita terlalu sering lalai kawan, alih-alih mencari lingkungan yang kondusif, ternyata saat lingkungan itu telah kita rambah, lalai kita bertambah! Merasa aman, kata Ustdz Anis Matta. Kita merasa aman dari pandangan Allah karena kita berada di lingkungan kondusif, merasa aman dari intaian Izrai karena kita adalah bagian dari lingkungan kondusif, merasa aman dari gunjingan manusia karena kita hidup dalam lingkungan yang nyaris takberfitnah. Mungkin itulah fitnah kawan, na’udzubillaah... Jauh jauh hari saat w...