Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2013

Sang Perdana Menteri

Gambar
Catatan Gaza-1: Sang Perdana Menteri | Seri Perjalanan Salim A Fillah Senin, 24 Desember 2012 Oleh Salim A. Fillah    AlhamduliLlah; tunai sudah Jumat kemarin (21/12) tugas 10 hari kami di Ardhur Ribath; Gaza. Kini, saya & Kak Bimo Sang Pendongeng berada di Kairo; menunaikan beberapa agenda dengan rakan-rakan mahasiswa Malaysia & Indonesia; insyaaLlah berangkat kembali pulang Senin petang waktu Mesir (24/12). Tapi 5 rekan relawan lain masih berada di Gaza menyelesaikan beberapa urusan yang tersisa. MasyaaLlah; hari-hari itu akan membekas sepanjang hidup kami; semoga menjadi nyala ilham, pengokoh iman, & pelecut 'amal tuk diri kami & siapa jua. Berikut ini adalah rangkaian beberapa catatan kecil di antara berjuta kesan kami terhadap Gaza; semoga bermanfaat. InsyaaLlah akan kami sampaikan sedikit demi sedikit;  nasaluLlahash shawab . Catatan Gaza-1: Sang Perdana Menteri Di antara selezat-lezat nikmat bagi orang beriman adalah berjumpa Allah;...

Dari Kinanah ke Bumi Al Quran

Gambar
Catatan GAZA-2: Dari Kinanah ke Bumi Al Quran | Seri Perjalanan Salim A Fillah Selasa, 25 Desember 2012 Oleh Salim A. Fillah “Dahulu kami meninggalkan Al Quran” ; ujar seorang bapak dari keluarga Syamallekh di Masjid Syaikh ‘Ajleyn sebakda Shubuh ketika kami berhalaqah Quran; “Maka Allah pun mencampakkan kami dalam kehinaan di kaki penjajah Zionis. Kami terjajah, tertindas, & hancur; lalu mencoba mencari pegangan dalam gelap; harta, kedudukan, senjata. Tapi itu semua hanya membuat kami kian terpuruk. Kini kami kembali pada KitabuLlah; alhamduliLlah, kami bisa berdiri tegak, berwajah cerah, & bersemangat dalam perlawanan seperti kalian saksikan.” Ya, kami memang menyaksikannya. Amat keliru jika membayangkan Gaza itu miskin, kumuh, sakit, sedih, & lesu. Yang kami saksikan di mana-mana sejak masuk dari Rafah adalah ketegaran, senyum yang mengembang, sambutan yang hangat; bahkan juga betapa rapi, bersih, hijau, jelitanya kawasan. Setidaknya bila dibandingkan te...

Lembah Keberkahan Part 4

Gambar
Ruang daurah kami hanya sebuah masjid kecil dengan banyak pintu kaca yang terbagi dua oleh tabir hitam tipis yang terawang jika terkena cahaya. In focus yang dipasang pertengahan lebih sering menjengkelkan bagi peserta akhwat, tabirnya terlalu tinggi untuk kondisi duduk lesehan, terlebih, kami kecewa karena tak bisa melihat guru kami dengan lebih jelas, padahal seharusnya dalam pembelajaran Al-quran ada istilah talaqi , sehingga murid dan guru bisa saling melihat dan memperhatikan tehnik-tehnik bacaan, akan lebih sulit jika kita mempelajari ayat-ayat gharibah tanpa bisa melihat guru, bahkan beberapa temanku yang secara psikologis termasuk tipe visual sering terkantuk-kantuk dan kurang konsentrasi. Ruangan yang bertabir tak bisa meredakan rasa gugup kami bertiga, hanya Nabila yang terlihat lebih tenang, nampaknya ia telah terbiasa menghadapi kondisi seperti ini di sekolahnya Husnul Khotimah. Berbeda, temanku yang berkebangsaan Solo :D terlihat tegang sekali, berkali-kali ia merem...

Lembah Keberkahan Part3

Gambar
Sejak mula daurah, aku sudah sangat dikejutkan dengan apa-apa tentang guru baruku yang berkebangsaan Mesir dan kemudian tinggal di Madinah karena metodenya itu. Beliau tentu saja telah rampung hafalannya, dan tahukah? yang sangat membuatku kaget adalah ketika seorang kawanku mengabarkan bahwa beliau telah tersertifikasi hafalannya hingga ke Rosulullaah, bahkan dengan seluruh jenis bacaannya (qira'at)!, secara bahasa mudahnya adalah : telah mendapat sanad . Biar kujelaskan sedikit yang kutahu kawan, sanad adalah sebuah proses panjang yang menguji kemampuan hafalan Al-quran kita, tentusaja seluruhnya, 30 juz dan tidak lebih :D. Tidak hanya hafalan, detil-detil tajwid, makhorij al-huruuf , dan segala yang berhubungan dengan hukum bacaan sangat dipentingkan, setahuku untuk proses pembenaran bacaannya saja butuh waktu bertahun-tahun. Penguji yang (tentusaja) juga sudah mendapat sanad akan mengakreditasi hafalan kita kemudian memberi syahadah (sejenis sertifikat) yang menyatakan ...

Lembah Keberkahan Part 2

Gambar
Hmm...syaikhnya ganteng! meski benar-benar telah syaikh (sepuh) gurat ganteng masa mudanya masih terlihat di usianya yang ke-56. Pertama datang ke Jakarta, Ustadz Yusuf Mansur memintanya mengisi di Istiqlal, tapi beliau orang yang tawadhu, tak mengingin kesemarakan dan hanya ingin daurah kali itu tepat sasaran. Kami beruntung, tak sekedar ilmu baru yang kami dapat, pun juga contoh akhlak yang terang. Daurah yang memuat metode pembelajaran Al-Quran untuk anak usia 4 tahun itu gemilang di Eropa, anak-anak dalam video pendek itu tartil sekali, mereka peka dengan hukum tajwid yang sedang dibaca, dan mereka hafal dalil tajwid dari  tuhfatul athfal,  maasyaaAllaah....Anak-anak itu berebut jawab saat sang guru melontar pertanyaan-pertanyaan sulit, mereka hafal makna detil-detil kata dan ayat yang memuat kata kata itu, aku hanya tertegun... Beruntung, benar benar beruntung dan seru saat sesi pertanyaan mulai bergulir, pertanyaanku dengan bahasa Arab seadanya berbuah jawab yang...

Lembah Keberkahan Part 1

Gambar
Teh Een yang sukses menyalip jumlah setor hafalanku sering kali mengganguku dengan ajakan menyebalkan :     "Ke Wadi Mubarak yuk, teh Ilih" dan sesering ajakannya itu pula jawabanku "Ogah"...Berbusa busa alasan itu kusanpaikan, bahwa kondisi yang mengharuskan tak ada aktifitas selain menghafal akan membuatku sangat jenuh, terlebih kontrak yang harus tertunai selama 2 tahun atau bahkan mungkin lebih jika 'pengabdian' menjadi sesuatu yang wajib. Ah, begitulah cara Allah yang sering kali diluar dugaku (ingat tulisanku tentang Karena Do'a Kita Terlalu Sedikit, kan?? ).Wadi Mubarak yang aku alergi-kan itu, malah menggebu kusambangi, amanah pondok untuk mejadi utusan santri di acara daurah Al-Quran selama sebulan menggodaku. Deg-degan menyambut hari H pemberangkatan membuatku tak bisa tidur, ranselku tak pernah mau tertinggal, ditambah satu koper kecil kurasa cukup. Setelah berulang kali jam pemberangkatan diubah, akhirnya ba'da subuh 20 Januari 201...