Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2012

Pra Nikah Al-Qur’an Asyiiiiiik.....

Subhanallah... Sepanjang hari, setelah setoran hafalan yang 'seru' itu aku tersipu-sipu...  Mengingat kembali sebuah kisah, saat sang gagah nan pemberani 'Umar ibn Khathab mencarikan sosok suami ideal untuk putrinya Hafsah. 'Utsman ibn 'Affan saat itu belum lagi ingin menikah, kemudian dengan gontai ia menuju rumah Abu Bakr yang saat pengajuan itu disampaikan, ia hanya terdiam... Lalu sampailah ia pada Rosulullah yang ternyata bersedia menikahi Hafsah yang telah menjadi janda. Subhanallah....Subhanallah...dan saat 'Umar kembali bertemu Abu Bakr, ia berkata "Maafkan aku karena tak menanggapi tawaranmu, 'Umar. Sandainya tak kudengar Rosulullah menyebut-nyebut nama Hafsah, tentu kan kunikahi ia." Hmmm...Kemudian aku kembali tersipu malu... " Dan tidak ada dosa bagimu meminang perempuan-perempuan itu dengan sindiran atau kamu sembunyikan (keinginamu) dalam hati.   Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut kepada mereka . Tetapi janganlah ...

Ikhwan Pertamaku

Gambar
Ia ikhwan pertama yang kukenal. Aktifitas dakwahnya lah yang membuatku jatuh hati. Di rumahnya yang hangat, seringkali menjadi semakin hangat   dengan banyaknya makhluk-makhluk berjenggot tipis dan jilbab-jilbab lebar yang berkibar anggun. Damai... Jaket dongker berlapis merah yang ia kenakan berjahit dakwah, dakwah yang cerah secerah pemiliknya. Sandal jepitnya yang sederhana menghilang saat lingkaran-lingkaran mingguan berlangsung.      Ah... ia sempurna, ia yang tak tinggi hati untuk memikul susu lalu menjualnya di pasar pagi, ia yang dengan semangat mengumpulkan pakaian-pakaian layak pengisi bazar murah bagi rakyat desa yang semarak menyambut kerjanya. Ia seperti ‘Umar yang tak pernah mau kompromi dengan kejahiliahan. Suatu waktu di sekolah, hingar bingar teriakan dan gerak-gerak tak karuan anggota ekskul itu mengusiknya, ia yang menjadi pemimpin masjid sekolahnya tak rela musik itu menyentak-nyentak kehkusyuan   para pemuda yang kelak kan mendapat se...

Futur itu Bikin Keren

Menjadi seorang musafir yang tak tahu jalan, terkadang kita terperosok kedalam cekungan-cekungan tanah. Mungkin itulah futur , saat kita terjebak dalam sebuah lubang cekung raksasa tanah gembur yang justru sedang asyik-asyiknya kita tanami. Semakin dalam futur itu , maka kan terasa semakin gelap, sesak... Kondisi yang tak nyaman, hampir pasti selalu membuat sang pelakunya 'bergerak', entah karena ia gelisah ataupun karena rencana-rencana yang telah ia susun untuk meninggalkan kondisi tak nyaman itu. Bayangkan saat kita terjebak dalam sebuah lubang yang pengap, setidaknya kaki kita kan menjejak-jejak agar dapat menggapai  pinggiran lubang dan kemudian keluar. Maka itulah juga yang seharusnya kita lakukan saat futur menjebak kita, menjejak-jejakkan kaki...memaksakan diri bergerak meski teramat berat...Sedikit demi sedikit, jejakan kaki kita kan membentuk anak tangga menuju kembali tanah datar nan terang, bahkan saat kita mencapainya dengan payah, kita kan semakin besyuk...

Tak Hanya Untuk Kita...

Proyek akhirat itu telah berakhir, menyisakan sebuah perasaan aneh yang membuatku sering merenung... Seminar muslimah bertema Cantik Bersama Al-Qur'an adalah garapan kami yang pertama. Semata karena pertolongan Allah, acara itu memikul sukses yang tak terperi. jumlah peserta yang memuaskan, pemateri yang diluar dugaan ternyata begitu luar biasa, hingga carik-carik pesan kesan yang membuat diri ini 'merinding' nyaris tak percaya... Sampai ketika seorang mempertanyakan 'untung' yang didapat. Sementara karena proyek itu, banyak hari yang terlewat tampa hafalan yang bertambah, dhuha-dhuha yang sering kali membuatku berteriak " maa sya Allah...terlewat!" dan 'amaliyah   lain yang nyaris tak pernah maksimal. khoirunnaas anfauhum linnaas... Satu-satumya nasehat yang membuatku bersyukur. Beruntung selalu ada 'ayah' yang kembali menguatkan...Bahwa tak seharusnya 'untung' diri itu menjadi tolak ukur, lihatlah dari lebih banyak sisi, bahwa...

Menggambar Penikahan Kita

Gambar
Menggambar sebuah pernikahan... Inspirasi-inspirasi itu memenuhi jalan fikirku, seharian bahkan menbuat bekas-bekas yang sering kali membuatku...'ingin' seperti mereka... Berawal dari sebuah pondok ilmu yang bertahun ditinggal, ke dua orang itu hanya sebatas kenal, tak pernah tahu lebih dari hanya sekedar nama...takdir Allah jua yang akhirnya mempertemukan mereka kembali, di sebuah tempat para penghafal qur'an. Menyelesaikan hafalan sekaligus akademik dengan gemilang (menurutku) diusia muda dan kemudian 'menjemput' sang bidadari yang ternyata telah dikenalnya bertahun lalu..."kita dipertemukan bukan karena cinta, tapi karena cita-cita" kenangnya...Dan di bulan-bulan awal pernikahan mereka, anugrah Allah itu begitu dekat, ruh kecil itu berdetak dalam lantunan tilawah sang istri yang kemudian sukses merampungkan tiga puluh juz hafalannya...Subhanallah... Berbeda...dan lihat barokah itu pada keduanya.... Ini kisah lain yang menjejak dalam... Wanita it...