Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2012

Hilang

Dalam rentang satu bulan lebih sedikit, dua buah kaus lengan panjangku raib, kaca mata minusku pun entah dimana, sandal Eiger yang jadi teman setia sepanjang hari juga hilang, untuk yang satu ini memang akulah yang ceroboh, kelelahan selepas aktifitas jelang magrib itu membuatku lalai kali itu...lupa, tak kuajak ia masuk...keesokan subuhnya, aku lemas "sendalnya ilang"...terpaksa, kupinjam sendal teman sekamarku meski nyaman tak juga kunjung datang...Waktu duha sepeninggal sandalku, hapeku yang kemarin tak kubawa tiba-tiba ngadat, murotal yang selalu kusetel tiap kali menyusur jalan bersama teman ojegku Essa Fatimah Husna tak bisa dibuka, viruss! Mantap! baru kali ini hilang barang secara bertubi-tubi, entah apa rencanaNya....hingga kemudian guruku berkata "InsyaAllah jadi pembersih diri" aku yang tukang protes kemudian mengeluh, mengingat betapa buruknya hafalan Al-Qur'an akhir-akhir ini,"Hmmm...Lih kotor banget ya Teh?", "Ga semua yang dibersihk...

Risalah Rindu

Gambar
Jum'at 17 Ramadhan 1431 Hijriyah, 27 Agustus 2010 Sahabat, tahukah kalian? hari ini aku kembali...kembali menapaki jejak-jejak perjuangan kita dulu...di sekolah...rindu...ada rindu yang membuncah kala pikiranku kembali memutar masa-masa indah dulu... Kalian yang telah Allah jadikan jalan bagi diri ini tuk senantiasa berjuang untuk berubah, kalian yang meski secara tak langsung telah menjadi 'semangat' bagiku, kalian yang telah menorehkan cinta karena Allah di hati ini begitu dalam, dalam sekali hingga tak kuasa nyeri yang kutanggung saat kulihat kalian tlah berubah... Sahabat, apakah aku hanya berburuk sangka? akupun berharap aku hanya berburuk sangka pada kalian... Sahabat, bolehkah kupinta sesuatu? Beri tahu aku apa yang telah terjadi di luar sana, disaat kita tak lagi bersama... Beri tahu aku tentang status-status aneh di media sosial itu...berpacaran...bertunangan yang entah kapan berganti rupa dengan berita bahagia : menikah... Sedih, tahukah kalian bet...

Hasan

"Nongnong!!!" begitulah selalu jerit kekesalan adikku padaku, hmmm...terkadang aku memang sebal disebut dengan panggilan itu, tapi mau bagaimana lagi, toh dahiku memang lebar (tapi ga perlu disebutin gitu kali..) Hari-hariku di rumah selalu penuh pertikaian dengan adik laki-lakiku yang satu-satunya itu. Ya, perbedaan usia yang tidak terlalu jauh, mungkin membuat kami memiliki egoisme yang hampir sama, atau mungkin akulah yang kurang dewasa, terserah, yang jelas aku sebal kalau adikku itu ada di rumah. Candanya seringkali membuat hatiku sakit, dasar cowok ga berperasaan! "Gendut, pendek, pesek, belo,..." pokoknya segala kekurangan fisikku selalu jadi santapan lezat baginya. Aku terkadang menangis, berharap agar Hasan, adikku itu bisa berubah. Aku tak tak mau di luaran sana aku berkoar-koar mendakwahi orang lain, sedangkan adikku sendiri terlalai, kadang pun aku bosan menasehatinya, entah, mungkin karena ia terlalu tahu akan kekuranganku hingga nasehat-nasehatku...