Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2012
Tak ada yang sulit bagi Allah....Saat Ia berkehandak " Kun " maka terjadilah....Tahun 2012 ini Lilih Ilmia  1. Merampungkan tiga puluh juz setoran hafalannya 2. Menggenapkan diennya, bersama seorang yang Allah ridla, keluarganya ridla, guru-gurunya ridla, sahabat-sahabatnya ridla dan iapun ridla...  3. Menginjakkan kaki di tanah nabi, mereguk sepuas dahaga ilmu bersama sang penggenap :) 4. Menikmati Ramadhan di tanah yang penuh berkah dan cahaya  5. Menunaikan rukun kelima Aaamiiin....Allahumma taqabbal addu'aa...  

Qaulan Tsaqiilan Tulisanku

"Yang ane lihat, Ente mulai turun semenjak ngeblog yah?!" Tanggapan seorang guru setelah mendengar keluh kesahku akan 'setoran' yang tiba-tiba buntu. Hobi baruku itu kini menjadi 'tersangka' atas lalaiku. Sedih...tentu saja. Sungguh niatku adalah agar sedikit dari apa yang kupunya menjadi manfaat untuk orang lain, terlebih...agar ia kelak memanjangkan usiaku di dunia, meski raga ini telah menyatu tanah. Mungkin...dalam perjalanan, niatku payah... "Menjadi penulis kini, Kau akan kesulitan menggapai impianmu sebagai haafidzah . Jika Kau gapai mimpi itu sekarang, kelak tulisanMu kan lebih berbobot" Qaulan tsaqiilaa... Ah...guruku selalu benar, inginku yang meluap terkadang tak membuatku jernih. Allah tak kan pernah  memerintahkan sesuatu yang bererat mesra dengan keburukan...Jika saja niat itu tak payah, pertahananku tak kan mudah patah. Bukankah menjadi penulis dengan niat da'wah bil qalaam itu sama baiknya dengan menjadi seorang haafidzah ...

Maluuu...

Gambar
Ustadz   : Pak, kalo yang buat sarang itu  lebah betina ya? Scientist : Waaah...hebat, ko tau Tadz? Ustadz   : An-naml : 68 Scientist : (Sibuk buka mushaf) Yang mana Tadz, yang menunjukkan bahwa yang membuat sarang itu lebah betina? Ustadz   : Bahasa Arab Scientist : ??? Pendeta : Di dalam surat Al-Fatihah, terkesan tuhan itu ada tiga, yang berfirman(1) memuji Allah(2), dan ada kata Engkau(3) Ustadz   : Maaf  Det, Antum ngerti Bahasa Arab? Pendeta : Antum??? Ustadz   : Ooooo....'afwan...'afwan.... Pendeta : 'afwan??? apa pula itu Tadz? Ustadz   : (Geleng-geleng kepala sambil bilang dalem hati "Gini nih klo kebiasaan ngobrol sama orang-orang keren:D")  Eh....iya Det, Maap, kamu ngerti Bahasa Arab ga? Pendeta : Ya ngerti, dikit...makanya bisa nyimpulin tuh Surat Al-Fatihah Ustadz   : Yaaaaaaaaaaaah....ente mah, ngerti Bahasa Arab dikit doang, blom juga nyampe Ilmu Balaghah  dah belagu nafsir Al-Fatihah......

Kompor-Kompor Pernikahan :D

Menyambut momen besar bernama pernikahan itu seru, tambah seru jika dalam persiapannya sambil baca buku-buku Pro-U media, khususnya karya Ustadz Salim A. Fillah. Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan, buku itu sudah kulahap sejak tujuh tahun lalu, dan sampai sekarang ia selalu jadi referensi hadiah yang kuprioritaskan untuk temen-temen yang masih dalam masa pencarian. Sekitar satu minggu yang lalu, buku itu kubungkus rapi, terselip sebuah kertas yang kutulisi sedikit motivasi lalu kuhadiahkan untuk seorang akhwat yang sedang semangat melakukan perubahan. Baru sampe rumah, hapeku bergetar hebat (hehe...lebay:D) bunyi smsnya : "Teteeeh...aku suka banget, syukron yaaa" Dan besoknya ia atusias bercerita : Kemarin temenku yang aktifis pacaran dateng ke rumah, aku suruh dia baca buku NPSP tapi dia ga mau, katanya ga suka baca. Trus aku  ke kamar mandi, eh... pas balik, dia lagi asyik baca tuh buku, dia bilang "Asik juga bukunya" sambil cengar-cengir...Akhirnya kami disk...

Zuhudnya Menyela dalam Hati

Bertemu seorang CEO, dua kali dengan orang yang berbeda... CEO pertama yang kutemui adalah sosok sederhana yang sampai pertemuan itu berakhir, aku tak pernah tahu bahwa ternyata CEO berarti juga adalah orang 'penting' di perusahaan. Hal itu baru kurasakan istimewa justru  saat pertemuan itu lewat begitu lama, saat kemudian sosok CEO ke dua yang kutemui begitu berbeda...tak terlalu parlente dan terkesan borju memang, tapi sunggh terasa amat jauh dari bapak CEO pertama yang juga kupanggil ustadz. Ini awal kubertemu dengan ustadz CEO itu... Ia datang bersama seorang yang karyanya begitu aku minati, buku-bukunya, pegalamannya, sebatas yang aku tahu, ia begitu mirip denganku. Dan di balik karyanya, ada seorang penyokong yang ia sebut sebagai kakak, itulah ustadz CEO. Perusahaan itu bermula dari sebuah kepedulian...Kunjungan ke sebuah percetakan itu mengusik nurani sang mahasiswa, judul-judul best seller  yang memuakkan, nyaris sepenuhnya bertema seks! Geram, tentu saja. ...

Lagi-Lagi Nikah, Pengen Nikah...lagi, lho?! (judul yang aneh...)

Gambar
Pertemuan kedua bersama Ustadz Salim A. Fillah.... Kali ini bukan dalam rangka kepenulisan, tapi sebuah 'spesialisasi' beliau yang nyaris pasti ada di setiap bukunya, pernikahan.... Miitsaaqan ghaliizan itu bukanlah sesuatu yang 'seharusnya' dipersiapkan pada detik-detik jelang akad saja. Saat Kau seusia SMP, seharusnya Kau telah melahap buku-buku bertema pernikahan, saat usiamu SMA, bacaanMu adalah tema-tema pola asuh anak, lucu...tapi...bayangkanlah jika bekal ilmu itu tak jauh-jauh hari dipersiapkan, apa jadinya pernikahan kita? terlebih jika Kau adalah seorang perempuan yang kelak waktuMu terasa amat sempit, menjadi isteri yang mengurus suami sepanjang hari, belum lagi jika 'amanah' itu datang disaat kita justru masih beradaptasi mengefektifkan waktu, melahirkan, menyusui, waaah....kapan cari ilmunya??? Saat itu Nailah baru berusia delapan belas tahun, 'Utsman bin 'Affan yang angka usianya berkebakikan dengan angka usia Nailah merasa tak tega...

Sambutan Teraneh

Menjadi koordinator pelaksana sebuah acara pasti kan merasakan saat berdiri sendirian menyampaikan sebuah sambutan yang kebanyakan membuat orang ngantuk di awal acara. Ah....ini yang paling tak kusuka... Malam yang berbeda...di sebuah penginapan yang disediakan gratis oleh pemiliknya, ba'da tilawah...hampir pergantian tanggal, tapi mataku yang lelah belum ingin kututup, masih banyak kerjaan... Selesai mencoret-coret, tidur, qiyamul lail...berharap lurus niat ini... "Sambutan terunik (aneh, menurutku) yang pernah kudengar" kata seorang teman yang bertugas ngemsi... "A ndai aku pegang satu tangkai mawar ku berikan untk mu saudariku..ana ukhibuki fillah @lilih ilmia" Status yang terburu-buru, fikirku :D "Ane nangis, waktu anti baca sambutan" "Nangis apaan, sambutannya aneh, tau?!" Kataku menyesal... Sampai saat ini aku masih menyesalinya... Bismillahirrahmaanirrahiim... Assalamu'alaikum wr. wb.... AlhamdulillahiRobbil'...

Kurang Ilmu

Pagi Daarut Tauhiid selalu menyenangkan, shooting di MQTV meski hanya jadi penonton adalah hal langka yang...norak :D Persiapan kru yang ribet, calon-calon artis yang lagi deg-degan sibuk dengan diri masing-masing, jiaaaaah...padahal cuma jadi penonton...Ustadz yang mau jadi emsi ngobrol ringan sama syekhnya...Aku??? target satu juz itu mulai kucicil. Lagi asik-asiknya tilawah, tiba-tiba.... " maa dza taqrain? " bahasa Arab yang jelas tak kumengerti, sampai kemudian ustadz emsi menerjemahkannya "Apa yang sedang kamu baca?" "Al-baqarah, Tadz..." jawabku pake bahasa Arab :D, " Iqraiy... " "Bacalah!" perintah sang syekh. Membaca satu ayat di depan banyak orang ternyata 'aneh', takut salah, mana syekhnya perhatian lagi! Selesai....dan... " Maa syaa Allah....maa syaa Allah...maa syaa Allah....!" aku yang masih syok tambah syok (selain ga bisa bahasa Arab. bahasa Inggrisnya juga ancur:D), culang-cileung (nah...klo bah...