Perjalanan Genap Din-ku
Dulu aku pernah menjadi saksi sebuah model ta’aruf yang bemula dari dunia maya. Perkenalan itu serius, mengarah ke sebuah pernikahan, terlebih setelah saling tahu bahwa keduanya adalah ikhwah dalam wadah yang sama. Sejak saat itu, malam-malam al-ukh ditemani telfon dari al-akh, membincang pertanyaan ini itu, sampai pada keinginan al-ukh untuk mendengar lantun tilawah al-akh. Dan aku risih, kutanyakan perihal apa yang mengganjal hatiku pada al-ukh, dengan nada dan ekspresi wajah sedih, ia berkata : “Kami sedang mencoba untuk saling mengenal, jika tidak dengan cara ini, lalu bagaimana bisa?” dan aku hanya terdiam... Benar, jarak mereka terbentang kota yang berbeda, dan mereka belum pernah bertemu sekalipun... Seperti yang kutahu, bahwa seharusnya perkenalan itu bukan antara orang per orang yang sudah memiliki niat menikah, tapi lebih kepada keluarga dan teman-teman yang tahu pasti kebaikan terlebih keburukan yang sedang ingin kita tahu pribadinya. Tapi tak semua oran...