Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2011

Ikhlas itu Menyejarah

Cerita seorang guru, aktifis kampus UPI yang juga personil Generasi Robbani, mengingatkanku tentang seorang inspirator enam tahun lalu… Guru PPL itu tak hanya mengajar, ia membina kami anak-anak DKM Al-Mujtahid SMA 22 Bandung yang saat itu sedang kehilangan ‘induk’ karena alumninya tengah sibuk dengan aktifitas kampusnya masing-masing. Beliau (guru PPL) itu setia mendampingi kami dalam aktifitas kaderisasi, LDKI, MaBIT, bahkan event isra’ mi’raj. BOURAQ, nama acara isra’ mi’raj itu rencananya akan dimeriahkan Edcoustic dan G-Rabb, kendala transportasi membuat kami tak bisa menjemput G-Rabb, sambil bercanda mereka berkata “Bisanya juga ngangkot, gapapa ko” Subhanallah…dan buah dari keikhlasan itu, teman-teman kami mulai tertarik dengan aktifitas keislaman di sekolah. Alhamdulillah… MaBIT itu mebuat kami merasa tak enak hati, gurur PPL itu rencananya akan menjadi pemateri. Beliau datang bersama seorang temannya, hari masih sore, kebiasaan ngaret membuat mereka harus rela...

Pacaran Ba'da Muroja'ah

Selepas shalat subuh, dia mengajakku menyimak hafalan juz 26nya. Tartil plus malu2 karena akunya belum sempat muroja'ah sebelumnya, MasyaAllah...belum muroja'ah aja lanacar begini??? Ah...ternyata nyimak itu pegeeel luar biasa...berkali-kali kuubah posisi dudukku, mengubah posisi mushaf dan terkantuk-kantuk sejenak:D...saat bacaannya sedikit terhenti, aku memberi sedikit clue 2 sederhana...Alhamdulillah...akhirnya aku berguna juga, hehehe...dari situ aku jadi menanti-nanti saat2 ia lupa :D. Subhanallah...pagi itu target tilawahku pun tercapai atas bantuannya^_^ v. Ba'da tasmi' itu sebenarnya aku ingin menyelesaikan peer yang mulai menumpuk, baju2 tengah protes minta digosok, tapi ia kembali datang, dengan setelan rapi. Mengetuk pintu kamar, mengajakku keluar, kemudian meraih tanganku...ujung2 jemarinya yang lembut dengan hati2 mengepit jemariku...hmmm....suatu hari nanti ini kan jadi kenangan berharga buatku. Detik, menit berlalu...ia masih saja meneku...

Izinkan Aku Jatuh Cinta

Gambar
" Witing tresna jalaran saka kulina " Tumbuhnya cinta karena terbiasa " Qurbul wisaad wa thulus siwaad " Cinta itu tumbuh karena dekatnya fisik dan panjangnya interaksi MasyaAllah, membaca pepatah ini tiba-tiba saja getar hati itu menguat...Sebuah tanya berputar-putar mengaliri ujung kepala hingga jemari kaki (deuh, lebay bgt, tapi benern loh!) Dengannya kurasa telah cukup lama berinteraksi, tapak tanganku erat menggenggamnya, mengobrol tentang banyak hal yang tak sepenuhnya kumengerti, ia sangat sulit kujangkau, namun ia menyenangkan. Menatapnya lekat-lekat, berulang kali membuat hatiku begetar hebat, sepatah kata lembutnya mengalirkan semangat dan rasa malu atas kelalaian yang jauh. Sepatah kata kerasnya sering kali membuatku menangis, hingga tak sanggup kutatap ia kecuali dengan getar tersedu. Ah...tapi itulah, saat aku semakin cinta padanya. Ya, bukankah hanya untuk yang teristimewa kita menangis? ِAh...namun apa salahku, hingga seri...