Masjidku Super Menyenangkan Part2
22022014 23:41 Pinggangku terlilit-lilit, beberapa besi berbentuk oval siap mengait tali dibagian lain. Beberapa kawanku bergilir, memanjat sebatang pohon sejenis pete-petean yang memiliki bunga berbentuk bandul. Aku urung, kakiku tak mau beranjak dari posisinya yang jongkok menopang tumpukan lengan yang memiliki dua fungsi utama : Sebagai posisi yang membuatku terlihat serius memperhatikan dan posisi yang tepat untuk membenamkan kepala saat tiba giliranku. Ngeriii... A Sholeh, berambut gondrong sebahu dan nyaris selalu berpenampilan ala pendaki gunung itu menatapku tajam, berkali memanggil namaku tak jua gayung bersambut. Terpaksalah gayung kusambut, kukaitkan besi bentuk oval itu dengan pasangaannya. Detak jantungku memburu, semakin kencang saat langkah pertamaku pada kubus kecil kayu yang ditempel dengan paku dan getah. Naik... naik... naik sampai akhirnya botol plastik aqua yang tergantung diranting paling atas bisa kutepuk, lalu, syuuuut... tubuhku meluncur der...