Mengamat Jejak Wanita 2
Satu mata air telah lama mengalirkan jernih ilmu pun jua getar-getar dari kuatnya ruhiyah dari Ustadz yang sekaligus menjadi ayah kami di pondok -segala puji selalu dan hanya milikNya- hingga saat ini kami masih bisa mereguk bening itu. Lalu di tengah dahaga yang lain, kami menemukan kembali dua mata air ...satu mata air itu tumpah ruah, membuat kami dengan dengan sukarela terjun, berenang dan menyelami isinya, mata air itu membuat nyala harapan kami agar kelak mengerti kalamNya. Dan mata air yang satunya adalah mata air yang benar-benar kami rindukan, barusaja kami menciduk air itu, mnyeruputnya hingga merasakan begitu istimewanya kami : Bahkan fiqh pun memuat bahasan khusus tentang kami. Namun, ----- Pondok kami baru saja berusia dua tahun ditambah beberapa bulan, jika ia teribarat sebuah kehidupan, maka ia adalah bayi yang yang teramat ingin tahu akan banyak hal, mencoba segala jenis cara untuk bisa berguling, merangkak kemudian tergopoh-gopoh meniti jalan menggapai rentang b...