Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Dakwah Virtual

Sekarang, setelah dua puluhan tahun berlalu apakah cita-cita dari hobi lamaku itu mungkin terwujud? *** Awal masuk sekolah dasar, pelajaran paling kufaporitkan -gimana sih nulisnya?- adalah gambar, konon coretan kaku gunung dan sawah itu jadi yang terbaik di kelas. Bapak, beliaulah yang mendoktrin konsep dan teknik memulasnya, sederhana, arahkan pensil warna warni itu searah sampai memenuhi bidang. Hmm... mungkin karena itu awalnya orang bilang karakterku perfectionist, entah... Selesai SMA, aku sempat

Sejenak

Barakah... Kupikir ia adalah hidup dengan serba kemudahan dan bahagia, Tapi, bukankah cerita-cerita manusia ingkar dahulu hingga kini rasanya mirip? Gelimang harta, banyaknya anak-anak. Mudah. Bahagia. -kita lihat- *** Suatu hari,  senandung raja terabadi, melihat lusuh pakaiannya yang bahkan betambal disana sini. "Aduhai bagaimana kah bisa, raja kalian, pemimpin kalian begini rupa? Apa yang membuatnya begitu pulas dibawah sebatang pohon kurma beralas tanah? Sedangkan kasur-kasur empuk nan nyaman milik kami tak mampu memberi nyenyak?" ADIL Itulah bedanya! Maka jika kau pikir hidup di jalan Allah kan serba indah, telah seadil apakah engkau dibanding khalifah? Bahagia? Tidakkah kau tahu sepanjang hidupnya ia teramat cemas? "Akan ada yang tertinggal saat semua orang masuk surga, sungguh amat kukhawatirkan dialah diriku." Secemas apa engkau pada hidup setelah matimu? Jika Al-Faruq membentang cahaya hingga Palestina, Bagaimana dengan kita...